Masa Pertama
(Qs. An-Nazi’at: 27) :
Pada masa atau periode ini, alam semesta pertama kali
terbentuk dari ledakan besar yang disebut Big Bang, ledakan besar tersebut
sebagai awal lahirnya ruang dan waktu, termasuk materi.
Dari ledakan besar tersebut terbentuklah awan debu atau
dukhan, ketika dunkhan berkondensasi sambil berputar dan memadat disitu
terbentuk unsur hidrogen, saat temperature dunkhan mencapai 20 juta derajat
selsius, terbentuklah helium dari reaksi inti sebagian atom hidrogen, lalu sebagian
hidrogen yang lain berubah menjadi energi berupa pancaran sinar infra-red.
Masa Kedua (Qs. An-Nazi’at:28) :
Ayat ini menerangkan tentang proses pengembangan dan
penyempurnaan, dalam ayat ini terdapat kata “meninggikan bangunan” yang memberi
pengertian bahwa alam semester mengembang, galaksi-galaksi saling menjauh dan
langit makin tinggi, sedangkan kata “menyempurnakan” memiliki arti bahwa alam
ini tidak semata mata terbentuk, melainkan sebuah proses evolutif atau
bertahap.
Masa ketiga (Qs. An-Nazi’at: 29) :
Di ayat tersebut terdapat kalimat “Dia menjadikan malamnya
(gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang)” Masa ini adalah
dimana terbentuknya matahari sebagai sumber cahaya dan bumi berotasi sehingga
terjadi siang dan malam.
Masa keempat (Qs.
An-Nazi’at: 30) :
Pada masa ini daratan bumi muncul, dahulu kala terjadi
tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa
matahari terpental ke luar. Massa yang terpental ini menjadi planet diantaranya
adalah Bumu. Penghamparan yang dimaksudkan adalah pembentukan superkontinen
pangaea di permukaan Bumi. Ketika bumi baru terbentuk belum ada daratan yang
ada hanyalah batuan-batuan yang berpijar dengan suhu ratusan derajat selsius.
Masa kelima (QS.An-Nazi’at:31) :
Dalam ayat 31 ini menunjukan bahwa dimana terjadi evolusi
bumi dari tidak ada air menjadi ada air, air tersebut berasal dari komet yang
menghantam bumi, hydrogen yang terdapat pada komet berekasi dengan unsur-unsur
yang terdapat di bumi dan terbentuk uap air, uang air ini kemudian turun
sebagai hujan. Bukti air berasal dari komet ialah rasio deuterium dan hidrogen
pada air laut sama dengan rasio pada komet, semua kehidupan berasal dari air,
setelah air muncul kehidupan seperti tumbuhan-tumbuhan pun bermunculan.
Masa keenam (Qs. An-Nazi’at: 32-33) :
Gunung-gunung dipancangkan artinya, gunung terbentuk setelah
penciptaan daratan, pembentukan air dan munculnya tumbuhan. Gunung memiliki
akar di dalam tanah atau bisa disebut juga pasak, fungsi gunung ialah
menyetabilkan kerak bumi mencegah goyangnya tanah. Sebagaimana yang disebutkan
dalam ayat 33, setelah terbentuknya gunung, terciptalah hewan dan manusia.

No comments:
Post a Comment