Para ulama menjelaskan bahwa tujuan Allah menciptakan semua
itu dalam 6 hari yaitu untuk mengajarkan hamba-Nya sikap tidak tergesa-gesa.
Juga untuk mengabarkan bahwa Allah-lah yang mengatur dan segala sesuatu di alam
ini dan menghubungkan semuanya. Rabb semesta alam yang Maha Mengetahui segala
sesuatu dan Rabb yang Maha Kuasa atas segala sesuatu tidak menjadikan langit
dan bumi sekaligus, melainkan dalam 6 hari. Sebagaimana juga Allah menciptakan
manusia tidak sebagaimana menciptakan makhluk yang lain. Allah menciptakan
manusia dengan susunan dan pengaturan yang paling baik. Semua itu agar
hamba-Nya belajar untuk menunggu dan belajar sikap tidak tergesa-gesa, juga
untuk mengabarkan kepada mereka bahwa perkara mereka telah diatur sedemikian
rupa dengan sempurnanya di atas ilmu yang sempurna tanpa ketergesa-gesaan dan
tanpa gangguan.
Allah Ta’ala mengatur penciptaan langit dan bumi selama
beberapa hari agar hamba-Nya memahami bagaimana seharusnya mereka bersikap,
bagaimana seharusnya mereka mengatur urusan mereka, bagaimana mereka bersabar
menunggu dalam perkara-perkara mereka tanpa tergesa-gesa hingga maslahah mereka
sudah tersusun dengan baik dan hingga perkara mereka telah tepat berada pada
jalan yang jelas dan membuat hati tenang. Dengan sikap itu tercapailah maslahah
mereka dan terhindarlah mereka dari berbagai bahaya.
Allah Subhanahu S.W.T mengisyaratkan makna ini dalam
firman-Nya:
وَهُوَ
الَّذِي خَلَق السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ
فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ
عَرْشُهُ عَلَى الْمَاء لِيَبْلُوَكُمْ
أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً
“Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam
masa, dan adalah Arasy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara
kamu yang lebih baik amalnya” (QS. Huud: 7)
Allah S.W.T mengabarkan bahwa Ia menciptakan langit dan bumi
dengan cara demikian untuk menguji dan menyeleksi siapakah yang paling baik dan
paling sempurna amalnya. Maka tergesa-gesa lah orang yang tidak mengatur
urusannya, sehingga ia pun kurang sempurna dalam beramal. Allah Ta’ala
menciptakan langit dan bumi dalam enam hari untuk menguji hamba-Nya untuk
berusaha sempurna dalam beramal, dan berusaha sebaik mungkin dalam beramal
serta tidak tergesa-gesa dalam melakukannya sehingga tidak ada cacat dalam
urusan-urusan mereka. Dan Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,
ketika itu Arsy-Nya ada di atas air, tujuannya untuk menguji siapakah di antara
kalian yang lebih baik amalnya. Allah juga berfirman:
إِنَّا
جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ
زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ
أَحْسَنُ عَمَلً
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi
sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka
yang terbaik perbuatannya” (QS. Al Kahfi: 7)
Allah S.W.T juga menciptakan segala apa yang ada di bumi
berupa pohon-pohon, tumbuhan, hewan, logan-logam dan benda-benda lainnya untuk
menguji dan menyeleksi hamba-Nya, siapakah yang paling sempurna amalnya dalam
mengeksplorasi apa yang ada di dalam bumi, mengambil manfaat serta
menggunakannya. Allah S.W.T juga berfirman:
الَّذِي
خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلً
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu,
siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” (QS. Al Mulk: 2)
Dalam ayat-ayat ini serta makna yang terkandung di dalamnya
menunjukkan bahwa Allah S.W.T menciptakan segala sesuatu dengan pengaturan yang
sedemikian rupa dan juga rentang waktu yang tertentu untuk menguji hamba-Nya
dan menyeleksi siapa yang bisa beramal dengan sempurna. Allah tidak berkata كثر عملاً (siapa yang paling banyak amalnya) namun
berkata أَحْسَنُ عَمَلً (yang paling baik
amalnya). Maka yang dianggap adalah yang paling profesional, sempurna, dan
baik, bukan jumlahnya.
No comments:
Post a Comment