Ada dua hal yang perlu dibezakan berkait proses penciptaan
langit dan bumi, pertama, mengawali penciptaan (Ibtida al-Khalqi) dan kedua,
penyempurnaan penciptaan (Taswiyah al-Khlqi).
Di surah Fushilat ayat 9 hingga 12 di atas, Allah
menyebutkan bahwa Dia menciptakan bumi terlebih dahulu sebelum langit.
Sehingga, secara Ibtida al-Khalqi, bumi lebih awal dibandingkan langit. Namun
penyempurnaan bumi (Taswiyah al-Khlqi), baru dilakukan setelah Allah
menciptakan langit.
Ketika menafsirkan surah Fushilat di atas, Ibnu Katsir
mengatakan :
فذكر أنه خلق الأرض
أولا لأنها كالأساس، والأصل
أن يُبْدَأَ بالأساس، ثم بعده بالسقف،
كما قال: هُوَ الَّذِي
خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي
الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى
السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ
Allah menyebutkan bahwa Dia menciptakan bumi terlebih
dahulu, karena bumi ibarat pondasi. Dan pertama kali, harusnya dimulai dengan
pondasi. Kemudian setelahnya adalah atap. Sebagaimana yang Allah firmankan :
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ
مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا
ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ
سَبْعَ سَمَوَاتٍ
Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk
kalian, kemudian Dia berkehendak (beristiwa) menuju langit, lalu dijadikan-Nya
tujuh langit (al-Baqarah: 29
Ibnu Katsir melajutkan dengen menjelaskan firman Allah di
surah an-Nazi’at :
أَأَنْتُمْ
أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ
بَنَاهَا رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا
وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا وَالأرْضَ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا
أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا
وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا مَتَاعًا لَكُمْ وَلأنْعَامِكُمْ
Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah
telah membinanya, ( ) Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, ( )
dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang
benderang. ( ) Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (30) Dia memancarkan dari
bumi mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. ( ) Dan gunung-gunung
dipancangkan-Nya dengan teguh, ( ) (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk
binatang-binatang ternakmu. (QS. an-Nazi’at: 27 – 33)
ففي هذه الآية أن
دَحْى الأرض كان بعد
خلق السماء ، فالدَّحْيُ
هو مفسر بقوله: { أَخْرَجَ
مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا } ، وكان هذا
بعد خلق السماء، فأما
خلق الأرض فقبل خلق
السماء بالنص
Dalam ayat ini disebutkn bahwa Dahyu al-Ardi (penyempurnaan
bumi) dilakukan setelah menciptakan langit. Bentuk ad-Dahyu, ditafsirkan pada
ayat, “Dia memancarkan dari bumi mata airnya, dan (menumbuhkan)
tumbuh-tumbuhannya.” Dan ini dilakukan setelah penciptaan langit. Adapun
penciptaan bumi, ini dilakukan sebelum penciptaan langit berdasarkan nash
(dalil tegas). (Tafsir Ibnu Katsir, 7/165).
Selanjutnya, Ibnu Katsir menyebutkan keterangan dari Ibnu
Abbas yang diriwayat Bukhari dalam Shahihnya.
Dari Said bin Jubair bahwa ada seseorang yang bertanya
kepada Ibnu Abbas beberapa ayat yang menurutnya bertentangan, diantaranya
firman Allah tentang penciptaan langit dan bumi.
Orang ini menanyakan,
Di surat an-Nazi’at (ayat 27 – 30), Allah menyebutkan bahwa
Dia menciptakan langit sebelum menciptakan bumi. Sementara di surat Fushilat
(ayat 9 – 12) Allah menyebutkan bahwa Dia menciptakan bumi sebelum menciptakan
langit.
Jawab Ibnu Abbas :
خلق الأرض في يومين،
ثم خلق السماء، ثم
استوى إلى السماء، فسواهن
في يومين آخرين، ثم
دَحَى الأرض، ودَحْيُها: أن
أخرج منها الماء والمرعى،
وخلق الجبال والجماد والآكام
وما بينهما في يومين
آخرين، فذلك قوله: {دَحَاهَا}
وقوله { خَلَقَ الأرْضَ فِي
يَوْمَيْنِ } فَخُلِقت الأرض وما فيها
من شيء في أربعة
أيام، وخلقت السماوات في
يومين
Allah menciptakan bumi dalam 2 hari, kemudian Dia
menciptakan langit. Kemudian dia beristiwa ke atas langit, lalu Allah
sempurnakan langit dalam 2 hari yang lain. Kemudian Allah daha al-Ardha
(menyempurnakan bumi). Bentuk penyempurnaan bumi adalah dengan Dia keluarkan
dari bumi mata air, tumbuh-tumbuhan, Allah ciptakan gunung, benda mati, dataran
tinggi, dan segala yang ada di antara langit dan bumi, dalam 2 hari. Itulah
makna firman Allah, “Bumi dihamparkannya.” Sementara firman Allah, “Dia
menciptakan bumi dalam 2 hari.” Diciptakanlah bumi dan segala isinya dalam 4
hari dan diciptakan semua langit dalam 2 hari. (HR. Bukhari secara Muallaq
sampai al-Minhal, 16/85)
Kesimpulan dari keterangan Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma,
Allah menciptakan bumi 2 hari belum sempurna dan belum ada
isinya. Kemudian menciptakan semua langit dalam 2 hari, dan terakhir Allah
mengisi bumi dengan tumbuhan, gunung, benda-benda dalam 2 hari.